Tangan Kanan = Tangan Baik, Tangan Kiri = ?

Pada kehidupan masyarakat di Indonesia, upaya mematikan kinerja otak kanan agar masyarakat menjadi kurang kreatif dan tidak memiliki keberanian untuk menjadi entrepreneur sudah dimulai sejak kecil. Banyak orang tua yang melarang penggunaan tangan kiri untuk keperluan yang padahal benilai positif, dan pada akhirnya tangan kiri lebih banyak difungsikan sebagai alat pembersih pasca BAB saja. Dampak negatifnya adalah otak kanan kurang dapat bekerja secara optimal, padahal fungsi kreativitas dan keberanian untuk menjadi entrepreneur sangat membutuhkan optimalisasi kinerja otak kanan.

Perhatikan ketika anak makan atau minum dengan tangan kiri, tentunya banyak orang tua yang melarangnya dengan didasarkan pada ketentuan makan dengan tangan kanan. Pertanyaannya, bagaimana orang yang tidak memiliki tangan kanan atau bahkan tidak memiliki tangan, tentunya mereka makan menggunakan tangan kiri atau kakinya. Lantas apakah ketentuan tersebut menjadi wajar ketika mereka yang tidak memiliki tangan kanan atau tidak memiliki kedua tangan kemudian makan dengan menggunakan tangan kiri atau kakinya ?

Tangan kanan seringkali diistilahkan dengan “tangan baik”, hal ini sering terdengar ketika anak mencoba bersalaman dengan tangan kiri, orang tua sering mencegahnya dengan mengatakan” salaman dengan tangan baik “. Kalau tangan kanan diistilahkan dengan “tangan baik”, dapat berarti tangan kiri yang menjadi opposite merupakan “tangan buruk”.  Sehingga seringkali tangan kiri diarahkan fungsinya hanya untuk cebok. Hal ini bukan berarti benar bahwa salaman harus dengan tangan kiri, namun perlu penjelasan yang logis mengapa harus menggunakan tangan kanan saat bersalaman tanpa harus “mengecilkan” fungsi tangan kiri. Padahal pada kenyataannya, tentunya anda menggosok WC  dengan tangan kanan. Selanjutnya bagaimana dengan orang yang membunuh, mencuri, melakukan perbuatan jahat dengan tangan kanan ? Dengan demikian tidak perlu memberikan istilah yang tidak logis pada tubuh anda, cukup tangan kanan dan tangan kiri saja, karena kedua-duanya diciptakan dengan fungsi dan tujuan yang baik.

Ketika anak memfungsikan tangan kiri untuk aktivitas seperti menulis, menggambar,  atau aktivitas lain yang positif, tidak perlu dilarang/dicegah, karena hal tersebut tidak mengganggu , dan bahkan dapat mengoptimalkan kinerja otak kanan. Di samping itu, aktivitas alamiah tersebut dapat menghindari upaya pelemahan terhadap fungsi kinerja otak kanan yang berdampak pada lemahnya kinerja tangan kiri, serta menjadi cikal bakal terbentuknya entrepreneur.

Related posts:

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLinkedInAmazon Wish ListBlogger PostLineShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *