Pola Makan seperti Ini Menyebabkan Anak Obesitas

GAYA hidup yang tidak sehat, serta popularitas makanan cepat saji di kalanangan anak-anak, menjadi salah satu pencetus terjadinya obesitas. Bahayanya lagi, obesitas memiliki dampak pada masa dewasa.

Arya Permana, seorang bocah laki-laki asal Bandung yang memiliki bobot tubuh 192 kilogram dan tinggi badan 147 cm, merupakan salah seorang anak yang mengalami obesitas. Anak-anak yang mengalami masalah obesitas, seperti halnya Arya, memiliki penyebab tersendiri.

Obesitas bisa terjadi karena faktor genetik, kurangnya aktifitas fisik, pola makan yang tidak sehat, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Namun, dalam kondisi medis, jarang ditemukan pasien yang mengalami obesitas disebabkan oleh faktor hormonal. Pemeriksaan fisik dan tes darah dapat membantu identifikasi dari penyebab obesitas itu sendiri.

Meskipun keluarga memiliki riwayat obesitas, tidak semua anak-anak mengalami masalah obesitas juga. Perilaku makan keluarga bisa mempengaruhi kebiasaan makan anak dan aktifitas fisik mereka.

Rata-rata anak menghabiskan waktunya empat jam dalam sehari untuk menonton televisi. Belum lagi, waktu luang yang mereka gunakan untuk bermain video game. Kebiasaan ini meminimalkan gerak aktif tubuh dan mencetuskan terjadinya obesitas.

Apabila terjadi demikian, diet dan aktifitas fisik sebaiknya dijalankan oleh anak, demi menjaga kesehatan dan berat badan ideal. Demikian dikutip dari laman Webmd, Selasa (12/7/2016).

(hel)

sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2016/07/12/481/1436177/pola-makan-seperti-ini-menyebabkan-anak-obesitas

Related posts:

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLinkedInAmazon Wish ListBlogger PostLineShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *