LAUH MAHFUZH, KITAB GAIB YANG NYATA

TAK ADA peristiwa yang tidak tercatat di Lauh Mahfuzh. Di penjuru semesta yang paling tersembunyi sekalipun. Karena Lauh Mahfuzh adalah kitab induk yang merekam seluruh benda dan peristiwa sejak alam semesta ini diciptakan.

Al Quran sering menyebutnya sebagai “kitab yang nyata”. Yakni, kitab yang memuat seluruh kenyataan alam semesta. “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang GAIB; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam KITAB YANG NYATA (Lauh Mahfuzh)” [Qs. Al An’aam (6): 59]

Sebuah ungkapan kontradiktif yang sangat menarik: bahwa Lauh Mahfuzh adalah “kitab nyata” yang memuat segala yang “gaib”. Atau sebaliknya, karena kita tidak begitu tahu tentang Lauh Mahfuzh, maka kita bisa menyebutnya juga sebagai “kitab gaib”, yang memuat segala yang “nyata”. Dimanakah sesungguhnya kitab Lauh Mahfuzh itu berada?

Secara harfiah Allah cuma menyebutnya sebagai berada “di sisi Allah”. Tetapi, karena Allah adalah Dzat yang Maha Meliputi segala sesuatu, maka kita bisa mengatakan bahwa Lauh Mahfuzh pun meliputi segala sesuatu. Meliputi seluruh jagat raya beserta isinya. Kitab alam semesta, dimana seluruh peristiwa yang terjadi di penjuru jagat raya ini tertangkap olehnya. Bukan hanya yang berskala makrokosmos – miliaran tahun cahaya – melainkan juga yang mikrokosmos – partikel-partikel sub atomik yang tak kasat mata.

Bukan cuma secara ruang, melainkan juga secara waktu. Bahwa, Lauh Mahfuzh ini mencatat kejadian masa lalu semenjak alam semesta diciptakan, sekaligus memuat peristiwa masa depan saat runtuhnya alam semesta menuju ketiadaan. Ia berada di sisi Allah yang “huwal awwalu wal aakhiru – Dia yang ‘lebih awal dari yang paling awal’, dan ‘lebih akhir dari yang paling akhir’.”

     “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) SEBELUM Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [Qs. Al Hadiid (57): 22]

Jadi, Lauh Mahfuzh itu sudah berisi catatan atau rekaman segala peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi. Bahkan sebelum alam semesta ini terbentuk. Sungguh ini ungkapan  yang sangat menarik untuk dipahami. Merangsang daya nalar kita dalam mempelajari hikmah-hikmah Al Qur’an yang luar biasa tinggi.

Secara makrokosmos, kita telah sampai pada kesimpulan ilmu pengetahuan bahwa alam semesta ini muncul dari ‘sesuatu’ di balik ruang-waktu-materi-energi. Artinya, dimensi “ruang” alam semesta ini dulu pernah tidak ada. Sebagaimana juga, “waktu” pernah tidak ada. Demikian pula “materi dan energi”. Semuanya, saat itu masih berada di tataran ‘ide penciptaan’. Di Lauh Mahfuzh. Berbentuk rancangan alam semesta beserta segala isinya, dengan semua potensi peristiwa yang akan terjadi di dalamnya.

Lantas, Allah mewujudkan semua rancangan itu, diproyeksikan ke kanvas jagat raya yang berupa dimensi “ruang”. Kemudian, diberi durasi “waktu”, diisi dengan “materi”, dan  digerakkan oleh “energi”. Maka, terbentuklah alam semesta beserta segala benda dan peristiwa yang mengisinya, sebagai wujud dari perpaduan keempat dimensi tersebut.

Lauh Mahfuzh menjadi media yang terus menerus menjembatani segala peristiwa yang berlangsung di alam semesta. Mirip dengan dunia maya – internet – yang menjadi media komunikasi sekaligus alat perekam bagi seluruh peristiwa yang terjadi di dalamnya. Seluruh data interaksi di dunia maya itu tak ada yang lolos, langsung terekam di servernya.

Maka, bukan hanya file kitab suci saja yang ada di dalam “kitab induk” itu, melainkan juga seluruh peristiwa penciptaan dan penghancuran alam semesta, bahkan semua potensi takdir kita juga ada di dalamnya.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber: http://agusmustofa.com/?page=ngaji&id=33

Related posts:

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLinkedInAmazon Wish ListBlogger PostLineShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *