Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Maag / Dispepsia / Gangguan Lambung

Banyak penderita penyakit maag yang ragu untuk berpuasa. Padahal, seperti halnya pada penderita diabetes, puasa justru dapat mengobati penyakit maag.

Apakah Penyakit Maag itu?

Penyakit maag atau dalam bahasa medisnya disebut dispepsia adalah salah satu penyakit usus yang paling umum. Dispepsia bisa bersifat fungsional atau organik. Dispepsia fungsional disebabkan oleh tidak normalnya kerja otot atau saraf yang mengendalikan organ-organ pencernaan. Saraf yang mengendalikan organ pencernaan meliputi tidak hanya saraf yang terletak di usus tetapi juga jaringan saraf tulang belakang dan otak. Dispepsia organik, yang lebih jarang, disebabkan oleh kelainan di kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.

Gejala penyakit maag adalah nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sendawa, dan mulut terasa pahit. Serangan maag biasanya terjadi tiba-tiba namun tidak berlangsung lama.

Ada 2 jenis sakit maag, yaitu maag organik dan maag fungsional. Maag organik biasanya yang sudah ekstrim, bila penderita muntah darah, akibat kerusakan parah pada lambung.

“Jika dalam keadaan seperti itu, sebaiknya penderita membatalkan puasanya dan segera mendatangi dokter,” kata Ari Fahrial Syam, Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Kolegium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB Papdi) di Jakarta, Rabu (10/7).

Dijelaskan, penyebab terjadinya maag organik adalah karena seseorang sering makan makanan pedas, yang membuat lambung terluka.

“Selain itu juga karena minum obat atau jamu-jamuan rematik. Maag organik ini bisa berdampak pada kematian jika sudah fatal,” ungkapnya.

Ari menuturkan penyakit lambung merupakan hal yang tidak dapat dianggap remeh. Masyarakat perlu tahu lebih jauh tentang cara mengatasinya.

Manfaat Puasa Bagi Penderita Sakit Maag

Dispepsia fungsional biasanya terjadi karena pola makan yang tidak teratur, kebiasaan makan kudapan berlemak/berminyak, terlalu banyak minum minuman bersoda/berkafein, atau stres.

Ketika berpuasa, pola makan seseorang menjadi teratur (setidaknya di siang hari), mengurangi mengudap makanan berlemak dan minuman bersoda/ berkafein, serta cenderung bersabar dan mengurangi stres. Kesemuanya berdampak positif terhadap penyakit maagnya.

Pada minggu pertama puasa biasanya penderita maag merasa tidak nyaman, tetapi setelah terbiasa dengan pola makan baru yang lebih teratur dan sehat, gejala maag akan menghilang.

Tips Berpuasa Bagi penderita Maag

Hal Yang Harus Dihindari

Segala bentuk makanan yang digoreng, berlemak, dan rasanya asam (termasuk buah) sebaiknya tidak dikonsumsi selama puasa.
Makanan ekstra pedas dan makanan olahan juga harus dijauhi jika Anda adalah penderita maag yang berpuasa.
Makanan yang terlalu manis dan karbohidrat olahan, misalnya roti.
Segala jenis minuman berkafein, seperti teh, kopi, dan soda. Bahkan meskipun tidak menderita maag, minuman tersebut juga perlu dihindari demi mencegah dehidrasi.
Rokok, karena bisa memperparah maag.
Obat-obatan yang memperburuk kondisi peradangan dalam lambung.
Hindari makanan atau minuman:

Yang banyak mengandung gas, seperti sawi, nangka, dan durian.
Yang merangsang sekresi asam lambung seperti kopi dan susu.
Yang lambat dicerna/berlemak seperti keju, goreng-gorengan, kue tar, dan cokelat.
Yang dapat mengiritasi dinding lambung seperti soda, cuka, cabe, merica, dan bumbu yang merangsang.
Yang mengandung pati lengket seperti beras ketan, dodol, mie, maizena, singkong, dan talas.

Hal Yang Dianjurkan

Konsultasikan dengan dokter bila Anda menderita dispepsia organik. Dokter akan menyarankan boleh tidaknya berpuasa tergantung sebab dan keparahan penyakit. Penderita dispepsia yang disebabkan oleh polip, tumor, atau ulkus mungkin disarankan tidak berpuasa. Dokter juga mungkin memberikan obat-obatan tertentu selama berpuasa.
Konsumsi makanan yang bisa dicerna secara lambat oleh tubuh ketika sahur demi menahan agar perut kenyang lebih lama.
Makanlah kurma yang kaya akan serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium.
Nikmati kacang almond yang mengandung protein dan serat.
Pisang juga termasuk sumber karbohidrat, kalium, dan magnesium yang baik.
Pilih makanan yang dipanggang daripada yang digoreng.
Saat berbuka, makan pelan-pelan dalam porsi kecil. Jika masih lapar, lanjutkan makan setelah Tarawih, agar perut tidak “kaget’.
Jangan melewatkan sahur demi mencegah maag kambuh di siang hari.
Jika perlu, konsumsi obat maag yang sudah disetujui oleh dokter.
Minumlah air sebanyak mungkin saat sahur dan berbuka.
Minum susu ketika sahur juga dianjurkan demi meredakan kondisi peradangan di dalam lambung.
Makanlahpepaya matang dan wortel. Enzim dalam pepaya dan wortel membantu mencerna makanan berlemak dan berminyak.
Berolahraga juga baik untuk dilakukan. Jangan takut merasa lelah dan haus saat berolahraga. Karena berolahraga dapat merangsang otak untuk memproduksi hormon katekolamin yang dapat mengurangi asam lambung. Dengan kata lain olahraga disaat berpuasa mencegah kambuhnya penyakit maag.

[Dari berbagai sumber]
Sumber http://lantera.id/2016/06/10/tips-aman-berpuasa-bagi-penderita-maag-dispepsia-gangguan-lambung/

Related posts:

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLinkedInAmazon Wish ListBlogger PostLineShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *