HUKUM 1 %

Mungkin tepat jika hukum yang ada dinamakan hukum 1 %, karena merupakan buatan manusia dengan kemampuan akselerasi 1 % dan hanya berlaku untuk manusia 1 % juga. Menjadi 1 % disebabkan karena adanya sistem yang menghendaki proses tersebut. Hukum 1 % cenderung bersifat mengancam dan menimbulkan banyak masalah dan dibuat didasarkan konspirasi besar yang menghendaki adanya Civil War, ketidak tertiban, ketidaknyamanan, ketidakamanan, kebodohan, banyaknya kemiskinan, kesenjangan, iri dengki, fitnah, kerusuhan, konflik dan banyak hal negatif lainnya yang merupakan rembetan dari penerapan hukum 1 %. Hukum 1 % tidak mungkin dapat menciptakan kedamaian dan keamanan. Terbukti banyak negara yang tidak dapat menjamin kedamaian dan keamanan bagi masyarakatnya.

Menarik ungkapan Presiden Philipina Rodrigro Duterte yang mendukung tindakan ‘main hakim sendiri’ dalam pidatonya. Ini artinya ia harus menjadi hukum karena hukum yang ada di negaranya tidak dapat menjamin rasa aman. Hukum yang diciptakan menghendaki warganya untuk dapat membunuh pelaku kriminal dengan urutannya adalah ‘hidup atau mati’. Artinya kriminalitas yang dapat mengancam keselamatan masyarakat pada akhirnya masyarakat sendiri yang harus menjadi penegak hukumnya. Hal tersebut disebabkan karena lemahnya penegakan hukum dan sistem hukumnya. Artinya terdapat kesulitan dalam penegakan hukum yang adil dan membuat hukum agar adil.

Kembali ke Hukum 1 % dengan masyarakat 1 % yang merasa paling benar dalam menjalani kehidupannya sehingga banyak menyalahkan pola kehidupan da budaya masyarakat lain yang tidak sepemahaman dengannya, bahkan mulai menyentuh manusia dengan kemampuan di atasnya. Mereka tidak menyadari hukumnya hanya mempan terhadap sesamanya saja. Karakter yang dimiliki manusia 1 % biasanya arogan, lemah dalam konfirmasi, idiot, merasa paling benar, anti sosial,  dan norek. Manusia semacam ini tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan kedamaian, lebih suka mengancam dan merasa yakin hukum bakal membelanya. Padahal hukum 1 % akan lebih mudah diterapkan pada dirinya karena biasanya memiliki banyak bukti mengenai kebenciannya terhadap orang atau kelompok lain yang disebar melalui media sosial.paket

Related posts:

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLinkedInAmazon Wish ListBlogger PostLineShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *